Penyakit Hipertensi: Penyebab, Faktor Resiko & Pengobatannya

Penyakit Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi saat tekanan darah berada pada nilai 130/80 mmHg atau lebih. Dimana dalam keadaan seperti itu kondisi ini dapat menjadi berbahaya, karena jantung dipaksa memompa darah lebih keras ke seluruh tubuh. Sehingga bisa mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit, seperti gagal ginjal, stroke, dan gagal jantung dan sebagainya. Keberadaan Penyakit Hipertensi ini tidak boleh disepelekan dan harus ditangani secara intensif agar cepat disembuhkan sebelum menimbulkan komplikasi penyakit yang lebih berbahaya.

Seseorang yang sudah terkena penyakit darah tinggi harus bisa menjaga pola makan dan pola hidupnya dengan lebih baik. Bahkan penjagaan terhadap hati dan pikiran pun sangat penting dilakukan. Karena penyakit darah tinggi sangat sensistif terhadap faktor pemicu seperti stres, emosi, dan juga asupan makanan. Artinya seorang yang pernah mengalami darah tinggi akan memiliki resiko besar untuk kambuhannya apabila tidak mampu mengelola emosi dengan baik. Begitu juga ketegangan pikiran yang memicu stres bahkan pola makan harus mendapat perhatian khusus.

Pengobatan untuk penyakit darah tinggi selain dengan mengantisipasi gejala dan faktoe pemicunya juga harus disertai pola hidup sehat dan seimbang. Memiliki pola hidupsehat berarti harus memahami asupan makan yang boleh dimankan atau yang harus dihindari. Sementara untuk hidup seimbang ini berkaitan dengan pengelolaan hati dan pikiran sehingga ada keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan rohani. Karena keseimbangan hidup ini berkaitan langsung dengan pengelolaan emosi, tingkat stres dan juga kehidupan sosial, mental dan spiritual.

Apa Penyebab dan Faktor Risiko dari Penyakit Hipertensi?

Penyakit Hipertensi

Tekanan darah tinggi seringkali tidak diketahui penyebabnya. Seperti dilansir dari alodokter.com disebutkan bahwa ada beberapa kondisi yang dapat memicu tekanan darah tinggi, di antaranya:

  • Kehamilan
  • Kecanduan alkohol
  • Penyalahgunaan NAPZA
  • Penyakit pada ginjal
  • Gangguan pernapasan saat tidur.
  • Gangguan tidur
  • Kecapekan,
  • Stres
  • Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat penurun panas, pereda rasa sakit, obat batuk pilek, atau pil KB.

Meskipun bisa terjadi pada semua orang, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami tekanan darah tinggi, seperti:

  • Lanjut usia
  • Memiliki keluarga yang menderita hipertensi
  • Memiliki kebiasaan merokok
  • Jarang berolahraga.
  • Kurang istirahat
  • Banyak pikiran

Pencegahan Penyakit Hipertensi

Menjalani gaya hidup sehat dapat menurunkan sekaligus mencegah hipertensi. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah:

  • Menjaga berat badan ideal. Berat badan berlebih bisa membuat seseorang lebih berisiko terserang hipertensi.
  • Berolahraga secara rutin. Seseorang yang aktif berolahraga akan lebih terhindar dari risiko terserang hipertensi. Lakukan jalan cepat atau bersepeda 2-3 jam setiap minggu.
  • Konsumsi makanan yang rendah lemak dan kaya serat. Misalnya, roti dari biji-bijian utuh, beras merah, serta buah dan sayuran.
  • Kurangi garam. Batasi dalam makanan, tidak lebih dari satu sendok teh.
  • Kurangi konsumsi alkohol. Mengonsumsi lebih dari takaran alkohol yang disarankan, bisa meningkatkan risiko hipertensi.
  • Berhenti merokok. Meski rokok tidak menyebabkan hipertensi secara langsung, tetapi rokok bisa membuat arteri menyempit, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
  • Konsumsi kafein sesuai yang dianjurkan. Meminum lebih dari empat cangkir kopi sehari bisa meningkatkan risiko hipertensi.

Beberapa pasien hipertensi diharuskan mengonsumsi obat penurun tekanan darah seumur hidupnya. Oleh karena itu, penting untuk melakukan langkah pencegahan sedini mungkin, terutama bila Anda memiliki faktor risiko hipertensi.

Komplikasi Pada Penyakit Hipertensi

Tekanan darah tinggi bisa merusak pembuluh darah dan organ-organ lain dalam tubuh. Jika dibiarkan dan tidak segera diobati, tekanan darah tinggi bisa menimbulkan penyakit-penyakit serius, seperti:

  • Aterosklerosis. Tekanan darah tinggi memicu pengerasan arteri, yang kemudian disertai dengan penimbunan lemak di dinding pembuluh darah. Kondisi ini disebut aterosklerosis. Aterosklerosis ini dapat menimbulkan serangan jantung, stroke, dan penyakit arteri perifer.
  • Kehilangan penglihatan. Kondisi ini terjadi karena penebalan dan penyempitan pembuluh darah di mata.
  • Terbentuk aneurisma. Tingginya tekanan darah bisa memicu pembuluh darah melemah dan melebar. Jika kondisi ini terus berlanjut, pembuluh darah bisa pecah dan menyebabkan kematian.
  • Gagal ginjal. Tekanan darah tinggi bisa memicu penyempitan pembuluh darah di ginjal.
  • Gagal jantung. Tingginya tekanan darah membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
  • Demensia vaskuler. Hipertensi bisa menyebabkan gangguan pada aliran darah ke otak.

*******

Hipertensi bisa dikatakan penyakit yang berbahaya karena dapat terjadi tanpa gejala, sehingga bisa ditemukan saat sudah muncul komplikasi. Namun gejala bisa muncul bila tekanan darah sudah sangat tinggi. Gejala yang mungkin ditimbulkan, antara lain:

  • Sakit kepala
  • Lemas
  • Masalah dalam penglihatan
  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Aritmia
  • Adanya darah dalam urine

Faktor Resiko Pada Hipertensi

Penyakit Hipertensi

Sebagian besar penderita hipertensi menderita hipertensi primer yang tidak diketahui penyebabnya. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita hipertensi, antara lain:

  • Usia. Seiring bertambahnya usia, risiko seseorang terserang hipertensi semakin besar. Hipertensi pada pria umumnya terjadi pada usia 45 tahun, sedangkan pada wanita biasanya terjadi di atas usia 65 tahun.
  • Keturunan. Hipertensi rentan terjadi pada orang dari keluarga yang memiliki riwayat darah tinggi
  • Obesitas. Meningkatnya berat badan mengakibatkan nutrisi dan oksigen yang dialirkan ke dalam sel melalui pembuluh darah juga meningkat. Hal ini mengakibatkan peningkatan tekanan di dalam pembuluh darah dan jantung.
  • Terlalu banyak makan garam atau terlalu sedikit mengonsumsi makanan yang mengandung kalium. Hal ini dapat mengakibatkan tingginya natrium dalam darah, sehingga cairan tertahan dan meningkatkan tekanan dalam pembuluh darah.
  • Kurang aktivitas fisik dan olahraga. Keadaan ini dapat mengakibatkan meningkatnya denyut jantung, sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah. Kurang aktivitas dan olahraga juga dapat mengakibatkan peningkatan berat badan, yang merupakan faktor risiko hipertensi.
  • Merokok. Zat kimia dalam rokok bisa membuat pembuluh darah menyempit, yang berdampak pada meningkatnya tekanan dalam pembuluh darah dan jantung.

Pengobatan Penyakit Hipertensi

Menjalani gaya hidup sehat dan konsumsi obat antihipertensi, bisa menjadi langkah efektif untuk mengatasi hipertensi. Nilai tekanan darah dan risiko pasien terserang komplikasi, seperti serangan jantung dan stroke, akan menentukan pengobatan yang akan dijalani. Secara umum, terdapat 2 prinsip dari pengobatan hipertensi, yaitu:

  • Perubahan gaya hidup. 

Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, bisa menurunkan tekanan darah dalam beberapa minggu. Gaya hidup sehat yang yang perlu dijalani, antara lain:

    • Mengadopsi pola diet DASH (dietary approaches to stop hypertension), yaitu pola makan dengan lebih banyak mengonsumsi buah, sayur-sayuran, susu rendah lemak, gandum, dan kacang-kacangan, dibandingkan dengan daging merah dan makanan yang mengandung lemak jenuh serta kolesterol tinggi.
    • Mengurangi konsumsi garam hingga kurang dari satu sendok teh per hari.
    • Perbanyak aktivitas fisik dan rutin berolahraga.
    • Menurunkan berat badan.
    • Berhenti merokok.
    • Menghindari atau mengurangi konsumsi minuman beralkohol.
    • Mengurangi konsumsi minuman tinggi kafein, seperti kopi, teh, atau cola.
    • Melakukan terapi relaksasi, misalnya yoga atau meditasi untuk mengendalikan stres.

Cara-cara di atas bisa dilakukan dengan atau tanpa dibarengi konsumsi obat anti hipertensi. Meski demikian, penerapan gaya hidup sehat lebih awal bisa membuat penderita terhindar dari konsumsi obat anti hipertensi.

  • Penggunaan Obat-obatan. 

Pada beberapa kasus, penderita hipertensi harus mengonsumsi obat untuk seumur hidup. Namun, dokter bisa menurunkan dosis atau menghentikan pengobatan jika tekanan darah penderita sudah terkendali dengan mengubah gaya hidup. Penting bagi pasien untuk mengonsumsi obat dalam dosis yang sudah ditentukan dan memberitahu dokter jika ada efek samping yang muncul. Beberapa obat yang digunakan untuk menangani hipertensi antara lain:Melakukan terapi relaksasi, misalnya yoga atau meditasi untuk mengendalikan stres.

    • Diuretik. Obat ini bekerja membuang kelebihan garam dan cairan di tubuh melalui urine. Di antara jenis obat diuretik adalah hydrochlorothiazide.
    • Antagonis kalsium. Antagonis kalsium menurunkan tekanan darah dengan melebarkan pembuluh darah. Beberapa contoh obat ini adalah amlodipine dan nifedipine.
    • Beta blocker. Berfungsi menurunkan tekanan darah dengan melebarkan pembuluh dan memperlambat detak jantung. Contoh obat golongan beta-blocker adalah atenolol dan bisoprolol.
    • ACE inhibitor. ACE inhibitor menurunkan tekanan darah dengan cara membuat dinding pembuluh darah lebih rileks. Contoh obat golongan ini adalah captopril dan ramipril.
    • Angiotensin-2 receptor blocker (ARB). Fungsi obat ini hampir sama dengan ACE inhibitor yaitu membuat dinding pembuluh darah menjadi rileks, sehingga kedua obat tersebut tidak boleh diberikan secara bersamaan. Contoh obat ini adalah losartan dan valsartan.
    • Penghambat renin. Obat ini berfungsi menghambat kerja renin, yaitu enzim yang dihasilkan ginjal dan berfungsi menaikkan tekanan darah. Contoh obat penghambat renin adalah aliskiren.

Penyembuhan Alami Hipertensi

Untuk proses penyembuhan pada penyakit hipertensi selain dengan perubahan gaya hidup, penggunaan obat anti hipertensi juga bisa dengan metode terapi. Selain ituada cara alami yang bisa Anda manfaatkan untuk penyembuhan penyakit hipertensi yaitu dengan memanfaatkan Bioenergi yang ada dalam diri Anda. Bioenergi (energi hidup) ini ada dalam diri manusia juga alam semesta yang merupakan potensi alamiah berupa energi yang sangat luar biasa manfaatnya.

Hanya saja untuk mengetahui apa itu Bioenergi, bagaimana cara pemanfaatannya, dan manfaatnya apa saja bisa dengan mengikuti pelatihan Bioenergi di Bioenergi Center. Khusus untuk pemnanfaatan Bioenergi untuk penyembuhan penyakit termasuk penyembuhan penyakit hipertensi, bisa dengan mengikuti Program Bioenergi Healing, GIM atau M.Ph. Dalam program pelatihan Anda akan mendapatkan ilmu yang bisa dipraktekkan dan juga Bioenergi Adjustment.

Khusus dalam program Bioenergi Healing Anda akan mendapatkan Bioenergi Cleansing Adjustment secara GRATIS. Adapun manfaat dari Adjustment ini adalah untuk pembersihan diri dari limbah-limbah energi yang apabila dibiarkan akan menghambat berbagai aspek kehidupan. Termasuk menimbulkan penyakit. Sehingga setelah mengikuti pelatihan Anda akan bisa mempraktekkan langsung ilmu penuembuhan diri, pembersihan energi 16 titik dan juga memanfaatkan Bioenergi Healing untuk meningkatkan kualitas kesehatan, melakukan penyembuhan, dan meningkatkan produktifitas kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

INGAT SEHAT ITU MAHAL!

Dan disini anda akan belajar cara Lebih SEHAT, BEBAS stres, dan Lebih PRODUKTIF
secara GRATIS!!!
Ya..Betul-betul Gratis 100%.

Tunggu apa lagi,
segera daftar & bergabung
di Bioenergi Healing
sekarang juga.

DAFTAR DISINI SEKARANG!

Banner-Bioenergi-Healing

Bioenergi Healing
Customer Service

  • Jln. Veteran 153, Yogyakarta
  • 0853 2727 1999
  • (hotline)
    9:00 WIB - 19:00 WIB