Penyakit Kikir & Pengaruhnya Dalam Kehidupan

Penyakit Kikir

Kikir dan serakah berasal dari sumber yang sama, perasaan bahwa kita selalu merasa kurang. Perbedaannya terletak pada aksinya. Orang yang serakah terus-menerus mengeruk dan mengumpulkan harta benda. Sementara orang yang kikir, menimbun dan menyimpan harta benda tersebut. Agar Penyakit Kikir tidak menjangkiti kita, sebaiknya bersihkan hati dan pikiran dari energi negatif agar jauh dari hal negatif dalam kehidupan.

Menurut orang-orang yang kikir, apabila hartanya dibelanjakan atau dibagikan kepada orang lain, maka dirinya akan kekurangan. Kikir bukan hanya pada harta benda, melainkan juga pada ilmu dan informasi. Banyak orang yang menyembunyikan ilmu dan informasi karena takut dirinya akan tersaingi. Sehingga kikir memberikan apa yang dipunyainya meskipun sebenarna kalau ia membagikannya juga tidak akan mengurangi nilai dirinya dan nilaidari hal yang membuatnya kikir.

Orang yang kikir akan jauh dari kebahagiaan karena mereka telah mengekang diri mereka untuk tidak berkembang. Pada orang yang berkembang, tidak ada ketakutan akan tersaingi oleh orang lain. Apalagi ketakutan kehilangan sesuatu hanya karena berbagi dengan orang lain. Untuk itu agar penyakit kikir tidak merusak kehidupan sebaiknya hidari dan buang jauh jauh apabila telah menjangkiti kita.

Apakah Penyakit Kikir bisa disembuhkan?

Penyakit Kikir

Penyakit kikir sebagai salah satu penyakit spiritual sangat mungkin untuk disembuhkan. Hanya saja untuk penyembuhannya diperlukan proses untuk menemukan kesadaran diri sehingga kesadarannya mampu menepis hal-hal yang mengganggu pikirannya.

Penyakit ini tidak hanya berbahaya bagi kehidupan akhirat manusia, tapi juga bagi kehidupan dunia. Tidak hanya berbahaya bagi diri sendiri, tapi juga bagi keluarga dan masyarakat. Maka dari itu penyakit kikir harus disembuhkan.

Salah diantara cara untuk menyembuhkan penyakit kikir adalah dengan membersihkan diri dari energi negatif. Dimana energi negatif ini mempengaruhi pikiran sehingga membuat orang terpedaya dan bisa tertipu oleh kebenaran semu. Energi negatif juga mempengaruhi hati dan pikiran serta mampu melahirkan tindakan negatif seperti kikir atau bahil dan penyakit spiritual lainnya.

Apa penyebab seseorang memiliki penyakit kikir?

Penyakit Kikir

Penyebab atau alasan yang membuat seseorang menjadi kikir bisa berbeda anatara satu orang dengan lainnya. Ada yang karena terlalu sayang sama hartanya, ketakutan kekurangan yang berlebihan dan ada juga yang karena memiliki trauma pada kemiskinan.

Namun ada satau hal yang diluar pemikiran banyak orang yang justru bisa menjadi penyebab munculnya penyakit kikir yang paling lazim. Yaitu harta halal. Harta halal adalah salah satu alasan orang kikir enggan berbagi. Karena pemiliknya beranggapan bahwa harta halal yang dimilikinya sudah bersih sehingga tidak perlu lagi dikeluarkan infak atau zakatnya.

Padahal, menurut Alquran, pada harta halal ada hak yang sudah ditentukan milik orang lain, yaitu orang-orang miskin yang memintaminta dan orang tidak berpunya, tapi tidak pernah meminta karena memelihara kehormatan dirinya (QS al-Ma’arij [70]: 24-25). Adapun pada harta haram, tidak ada kewajiban berinfak, tapi yang ada hanya kewajiban untuk mengembalikan kepada yang berhaknya.

 Harta halal itu ibarat air sumur yang jernih. Walaupun kelihatan jernih, sebenarnya pada air sumur itu terdapat kotoran berupa lumut. Hal tersebut terlihat ketika air sumur sudah dimasukan ke dalam bak. Dalam rentang waktu tertentu lumut-lumut tersebut akan terlihat menempel di dinding bak. Dan jika air yang berada di dalam sumur tidak ditimba, lumutnya akan mengendap dan pada gilirannya dapat menutup lubang air. Akibatnya air tidak bisa keluar dan sumur menjadi kering.

 *******

Demikian juga dengan harta halal yang kita miliki. Di dalamnya masih ada kotoran berupa hak orang lain. Jika kotoran ini ditahan, tidak disalurkan kepada yang berhak, ia akan menghalangi rahmat dan berkah Allah. Akibatnya harta yang dimiliki bukannya mendatangkan kemudahan, malah sebaliknya akan banyak mengundang kesusahan.

 Sebagaimana firmanNya, “Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, ma ka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar (QS al-Lail [92]: 8-10). Wallahu a’lam.

Apa dampak penyakit kikir bagi Kehidupan manusia?

Penyakit Kikir

1.    Kikir  bisa menyeret pelakunya terjerumus kedalam berbagai perbuatan dosa.

Seseorang yang terkena penyakit kikir akan menjauh dari berbagai perbuatan baik. Entah perbuatan baik yang kaitannya dengan Allah Ta’ala atau sesama manusia. Sebaliknya ia akan selalu mendekati perbuatan jelek dan menyibukkan diri dengannya. Nabi sallallahu alaihi wasallam juga telah mewanti-wanti pada kita bahwa penyakit kikir akan membawa kita pada berbagai perbuatan dosa dan kehinaan. Berkenaan dengan hal ini bliau bersabda yang artinya :

Hendaklah kalian jauhi sifat bakhil, maka sesungguhnya telah celaka orang-orang sebelum kalian dengan kebakhilan : memerintahkan kepada mereka dengan kebakhilan kemudian mereka bakhil, dan memerintahkan kepada merela untuk memutus silaturrahmi kemudian mereka putus, dan memerintahkan kepada mereka dengan perbuatan dosa kemudian ia melakukannya. [ HR. Abu Daud ]

2.      Kikir mendatangkan  Azab.

Penyakit kikir  tidak hanya mengimbas pada kehidupan seseorang di dunia dengan kegoncangan dan ketidak tenangan. Akan tetapi musibah tersebut terus menyiksa pelakunya hingga kenegeri akhirat dengan adzab yang pedih di neraka.

Allah Ta’ala berfirman yang artinya :

Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang menjadikan mereka kikir itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. [QS. Ali Imaran: 180].

Orang-orang yang telah diberi harta dan limpahan karunia oleh Allah Ta’ala kemudian mereka kikir, tidak mau mengeluarkan kewajiban mengenai harta tersebut, seperti zakat dan lain-lain, adalah sangat tercela. Janganlah sekali-kali kebakhilan itu dianggap baik dan menguntungkan bagi mereka. Harta benda kekayaan akan tetap utuh dan tidak kurang bila dinafkahkan di jalan Allah bahkan akan bertambah dan diberkati. Tetapi penyakit kikir itu suatu hal yang buruk dan merugikan mereka sendiri, karena harta yang tidak dinafkahkan itu akan dikalungkan di leher mereka kelak di hari kiamat sebagai azab dan siksaan yang amat berat, sebab harta benda yang dikalungkan itu akan berubah menjadi ular yang melilit mereka dengan kuat.

3.      Kikir menjauhkan keimanan

Kekikiran dan keimanan tidak akan berkumpul dalam jiwa seseorang. Kekikiran akan mengikis keimanan seseorang sedikit demi sedikit. Sebaliknya, orang yang gemar berinfaq, Allah akan kuatkan keimanannya karena yakin bahwa pahala akan menantinya di akhirat.

Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yang artinya: “Sifat kikir dan iman tidak akan berkumpul dalam hati seseorang selama-lamanya.” [Al-Musnad, karya Ahmad 14/202, no. 8512, dan Shahih Ibni Hiban 8/43, no. 3251. Seorang muhaqqiq mengatakan, “Hadits shahih lighairihi.”

Iman seseorang yang lemah tidak akan terpanggil untuk menyambut seruan dari setiap penyeru untuk berinfaq dan shadaqah. Bahkah jika dia melihat saudaranya sedang tertimpa musibahpun tidak akan mereka keluarkan hartanya untuk meringankan beban saudaranya tersebut. Ia tidak paham bahwa harta yang ia belanjakan untuk kebaikan itulah yang sebenarnya menjadi harta dia yang akan mengikuti sampai akhirat. Dan tidaklah seseorang bakhil, kecuali bakhilnya ia pada dirinya sendiri. Jama’ah jum’ah yang dirahmati Allah Ta’ala

*******

Dengan mengetahui bahaya dari penyakit kikir tersebut, kita berusaha untuk menjauhinya. Menjauhi teman-teman yang kikir dan juga lingkungan yang kikir karena teman dekat akan sangat mempengaruhi jiwa kita untuk menjadi kikir.

Tidak cukup hanya mengetahui bahaya penyakit kikir, tetapi juga berusaha untuk mengobati penyakit ini agar tidak menjangkiti diri kita, keluarga dan juga masyarakat kita. Untuk cara efektif yang bisa kita lakukan dalam mengobati penyakit kikr adalah memiliki kesadaran diri sepenuhnya, di bersihkan dari energi negatif serta meningkatkan kualitas energi dan kualites spiritual kita.

Cara-cara tersebut bisa Anda dapatkan dalam sebuah program pelatihan yaitu Bioenergi Healing. Melalui Bioenergi Healing Anda akan ternetralisir dari energi negatif yang bisa mempengaruhi hati dan pikiran menjadi kikir. Bahkan Anda bisa mengikutinya secara GRATIS.

Namun apabila Anda perlu kekuatan atau energi untuk menjaga hati dan pikiran. Atau bahkan meningkatkan kualitas energi sehingga penyembuhan penyakit kikir menjadi lebih cepat dan efektif bahkan Anda juga bisa menyembuhkan berbagai penyakit spiritual lainnya, Anda bisa mengikuti Bioenergi Rebooting. Yaitu program Bioenergi Healing Level 3, yang akan membantu Anda melakukan perubahan diri menjadi lebih baik. Selain itu akan membuat hidup Anda semakin berkualitas secara fisik, mental bahkan spiritual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

INGAT SEHAT ITU MAHAL!

Dan disini anda akan belajar cara Lebih SEHAT, BEBAS stres, dan Lebih PRODUKTIF
secara GRATIS!!!
Ya..Betul-betul Gratis 100%.

Tunggu apa lagi,
segera daftar & bergabung
di Bioenergi Healing
sekarang juga.

DAFTAR DISINI SEKARANG!

Banner-Bioenergi-Healing

Bioenergi Healing
Customer Service

  • Jln. Veteran 153, Yogyakarta
  • 0853 2727 1999
  • (hotline)
    9:00 WIB - 19:00 WIB