Penyakit Skizofrenia & Pengaruhnya Dalam Kehidupan

Penyakit Skizofrenia

Apakah Penyakit Skizofrenia Itu?

Mungkin banyak yang merasa asing denga penyakit Skizofrenia ini. Atau mungkin pernah tahu tapi sulit menyebit namanya yang tidak biasa di lidah orang Indonesia. Penyakit Skizofrenia adalah penyakit mental kronis yang menyebabkan gangguan proses berpikir. Dimana orang dengan skizofrenia tidak bisa membedakan mana khayalan dan kenyataan. Itu sebabnya masyarakat Indonesia sering menyebut skizofrenia dengan “gila”. Secara umum, skizofrenia adalah gangguan kejiwaan kronis yang membutuhkan pengobatan berkepanjangan untuk meringankan gejalanya. Namun apabila ada orang terdekat Anda atau keluarga Anda sedang menderita Skizofrenia dan menginginkan solusi untuk mengatasinya, Anda akan mendapatkannya. Bahkan solusi itu ada dalam diri mereka sendiri atau disekitar Anda, yaitu dengan memanfaatkan potensi energi dalam dirinya.

Dalam hallosehat.com dikatakan bahwa gejala paling khas dari skizofrenia paranoid adalah delusi (waham) dan halusinasi. Skizofrenia paranoid merupakan jenis skizofrenia yang paling sering ditemukan di tengah masyarakat.  Itulah kenapa, orang dengan skizofrenia paranoid cenderung mendengar suara-suara di dalam pikiran mereka dan melihat sesuatu yang tidak nyata.

Tidak hanya itu, orang yang memiliki skizofrenia paranoid juga sering menunjukkan perilaku kacau yang menyebabkan diri mereka tidak dapat mengendalikan perilakunya. Akibatnya, pengidap skizofrenia paranoid sering berperilaku tidak pantas, sulit mengendalikan emosi, hasrat, serta keinginannya.

Seberapa umumkah penyakit skizofrenia?

Penyakit Skizofrenia

Sebanyak 1 dari 100 orang, atau sekitar 1 persen populasi dunia, terkena penyakit ini. Skizofrenia adalah penyakit yang dapat dialami oleh pria dan wanita dari rentang usia 16-30 tahun. Namun dalam banyak kasus, penyakit ini lebih sering dialami oleh pasien pria daripada wanita.

Apa saja ciri dan gejala skizofrenia?

Gejala skizofrenia pada dasarnya bervariasi berdasarkan jenis dan tingkat keparahannya. Meski begitu, ada beberapa gejala yang paling khas di antaranya:

  • Orang yang terkena skizofrenia paranoid sering mendengar, melihat, mencium, atau merasakan hal-hal yang tidak nyata. Paling sering mereka mendengar suara yang jelas dari orang yang dikenal ataupun orang yang tidak dikenal. Suara ini mungkin akan memberi tahu penderita untuk melakukan sesuatu yang membuatnya tidak nyaman, seperti bunuh diri atau membunuh orang lain.
  • Orang dengan skizofrenia paranoid juga mungkin memiliki keyakinan kuat akan suatu hal yang salah. Misalnya merasa orang lain ingin mencelakakan atau membunuh dirinya. Gejala skizofrenia yang satu ini akan berdampak langsung pada perilaku pengidapnya.
  • Pikiran kacau dan ucapan membingungkan.Orang dengan kondisi ini sering kesulitan untuk mengatur pikiran mereka. Mereka mungkin tidak memahami apa yang Anda bicarakan saat Anda mengajaknya berbicara. Tidak hanya itu, ketika mereka berbicara, mereka sering mengeluarkan ucapan yang tidak masuk akan dan terdengar membingkungkan.
  • Sulit konsentrasi. Pikiran yang carut marut membuat orang dengan kondisi ini kesulitan untuk berkonsetrasi atau fokus pada satu hal.
  • Gerakan berbeda.Beberapa orang dengan kondisi ini sering nampak gelisah. Sering kali mereka melakukan gerakan yang sama berulang kali. Meski begitu, terkadang mereka dapat juga diam selama berjam-jam (katatonik).

Gejala skizofrenia lainnya juga dapat meliputi:

  • Kurangnya minat pada hal-hal yang dulunya sangat disukai.
  • Tidak peduli terhadap kebersihan dan penampilan diri.
  • Penarikan diri dari lingkungan sosial, seperti teman dan keluarga.
  • Kesulitan tidur atau pola tidur yang berubah.
  • Sangat sensitif dan memiliki suasana hati yang tertekan.
  • Tidak responsif terhadap lingkungan sekitar
  • Kurang motivasi dalam menjalani hidup, termasuk untuk menjalin hubungan dengan orang lain.
  • Konflik pada pikiran, sulit membuat keputusan
  • Kesulitan untuk mengekspresikan dan memperlihatkan emosi
  • Ketakutan akan tempat umum yang ramai
  • Paranoia, seperti kecemasan berlebihan, percaya dirinya mempunyai kemampuan khusus atau mengidap penyakit tertentu yang sebenarnya tidak ada pada dirinya.

Gejala di atas terkadang sulit dikenali karena biasanya umum terjadi pada remaja. Akibatnya, banyak orang menganggap jika gejala tersebut adalah hal yang lumrah sebagai fase remaja. Pada pria, gejala penyakit ini biasanya dimulai pada awal puberitas hingga pertengah usia 20-an. Sementara pada wanita, gejala biasanya dimulai pada akhir usia 20-an. Anak-anak dan lansia di atas 45 tahun jarang memiliki kondisi ini.

Kemungkinan ada beberapa tanda dan gejala skizofrenia yang tidak disertakan di atas. Apabila Anda memiliki kekhawatiran tentang gejala skizofrenia, segera konsultasikanlah ke dokter Anda atau ke psikiater atau konsultan yang ahli dalam menangani penyakit Skizofrenia.

Apa penyebab penyakit skizofrenia?

Penyakit Skizofrenia

Sampai saat ini para ahli belum mengetahui apa yang menyebabkan seseorang mengalami penyakit Skizofrenia. Meski begitu, para peneliti percaya bahwa ada beberapa hal yang dapat memicu penyakit ini. Beberapa hal yang dapat menjadi penyebab penyakit skizofrenia adalah:

  • Senyawa kimia di otak.Kadar seratonin dan dopamine di dalam otak yang tidak seimbang diyakini apara hli bisa menyebabkan penyakit ini.
  • Perbedaan struktur otak.Studi pemindai saraf otak menunjukkan perbedaan dalam struktur otak dan sistem saraf pusat orang dengan penyakit ini Para peneliti tidak yakin mengapa hal tersebut bisa terjadi, namun mereka menyebutkan bahwa gangguan kejiwaan ini terkait dengan penyakit otak.
  • Penyakit ini mungkin diwariskan di dalam keluarga. Jadi, jika salah satu keluarga inti Anda terkena penyakit ini, Anda berisiko tinggi mengalami hal yang serupa.
  • Faktor lingkungan.Terkena infeksi virus dan kekurangan beberapa nutrisi ketika masih dalam kandungan.
  • Obat-obatan tertentu.Penyalahgunaan obat-obatan terlarang seperti narkoba.

Apa pengaruh penyakit ini bagi kehidupan mereka yang mengalaminya?

Orang yang mengalami penyakit Skizofrenia kebanyakan tidak menyadarinya, namun ketika ini terjadi harus segera dicarikan solusinya. Karena apabila penderita Skizofrenia hanya dibiarkan begitu saja akan mempengaruhi kehidupan pribadinya, mengganggu aktifitasnya, bahkan bisa merusak masadepannya. Tidak hanya berdampak pada dirinya gangguan Skizofrenia juga membuat tidak nyaman orang-orang disekitarnya. Apalagi apabila sikap dan prilakunya mengarah pada hal-hal yang sifatnya membahayakan dan merugikan.

Bagaimana Solusi Agar Penyakit Skizofrenia Tidak Berdampak Negatif.

Solusi efektif bagi penderita Skizofrenia adalah mengusahakan penyembuhan, tidak hanya sebatas mengatasi penyebabnya atau gejalanya. Namun penyembuhan sepenuhnya sehingga bisa menjadikan penyakit tersebut menjadi jalan untuk menemukan jati dirinya dan bisa memperbaiki dirinya menjadi manusia yang lebih berkualitas.

Program Bioenergi Healing bisa menjadi solusinya. Dimana melalaui program Bioenergi Healing yaitu pada level satu peserta program akan mendapatkan Bioenergi Cleansing Adjustment yang bermanfaat untuk pembersihan energi negatif. Termasuk energi negatif yang mengakibatkan gangguan pada hati dan pikiran yang bisa menjadi penyebab penyakit skizofrenia.

Hanya saja untuk penderita penyakit ini yang tingkatannya sudah akut dan sudah pada tahap kesulitan menemukan jatidirinya, atau bahkan kehilangan kesadaran dirinya bisa mendapatkan mendapat solusi melalui Kapsul Penyembuhan Bioenergi. Bahkan proses Bioenergi Adjustment saat minum kapsul akan menjadi proses pembersihan tingkat lanjut yang kemadian bisa meningkatkan kualitas energi. Peningkatan kualitas energi inilah yang mampu mempercepat proses penyembuhan penyakit skizofrenia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

INGAT SEHAT ITU MAHAL!

Dan disini anda akan belajar cara Lebih SEHAT, BEBAS stres, dan Lebih PRODUKTIF
secara GRATIS!!!
Ya..Betul-betul Gratis 100%.

Tunggu apa lagi,
segera daftar & bergabung
di Bioenergi Healing
sekarang juga.

DAFTAR DISINI SEKARANG!

Banner-Bioenergi-Healing

Bioenergi Healing
Customer Service

  • Jln. Veteran 153, Yogyakarta
  • 0853 2727 1999
  • (hotline)
    9:00 WIB - 19:00 WIB